Tentang Kami

    UKM Batik Kebon Indah ada saat terjadinya gempa di Yogyakarta tahun 2006. Dampak dari musibah gempa tersebut menyebabkan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya termasuk daerah Klaten mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satu wilayah terdampak di daerah Klaten yakni Desa Kebon, dimana banyak rumah penduduk yang hancur dan menyebabkan kehilangan rumah dan mata pencahariannya khusunya tempat untuk memproduksi batik. 

    Sebelum terjadinya musibah gempa Yogyakarta, masyarakat disana banyak yang berprofesi sebagai buruh untuk membatik dan selanjutnya batik tersebut diambil oleh pengepul di perusahaan-perusahaan batik di wilayah D.I Yogyakarta, Klaten, dan Solo. Kemudian pasca terjadinya gempa, tepatnya tahun 2009 lembaga International Organization for Migration (IOM) melakukan kunjungan ke desa Kebon dengan tujuan untuk memberikan bantuan guna pemulihan usaha Batik Kebon Indah dimana hal tersebut juga mampu mengembalikan mata pencaharian masyarakat desa Kebon yang hilang karena musibah gempa.

    Selain untuk memulihkan mata pencaharian dan usaha Batik Kebon Indah, IOM juga memberikan bantuan tersebut sebagai pengakuan maupun penghargaan atas potensi desa Kebon dimana masyarakatnya dominan adalah pembatik. Lembaga IOM dibantu juga oleh lembaga lainnya yakni Java Reconstruction Fun (JRF) yang memberikan bantuan dengan bentuk pelatihan serta pemberian aset berupa peralatan dan bahan untuk membatik yang nantinya dapat dipergunakan secara terus menerus dalam memproduksi karya batiknya. 

    Pada saat pelatihan, masyarakat desa Kebon diajarkan untuk membuat batik dari proses awal hingga akhir yakni kain batik. Pada awalnya masyarakat desa Kebon hanya berkemampuan untuk menyanting dan belum mengetahui bagaimana mengolah kain batik sampai jadi yakni proses mewarnai, menutup bagian motif setelah diwarna, hingga proses lainnya. Selain pelatihan untuk membatik hingga akhir, IOM juga memberikan bantuan pelatihan untuk melakukan pemasaran dan manajemen usaha guna membentuk kemampuan masyarakat untuk memasarkan 7 produk kain batiknya sehingga Batik Kebon Indah tidak lagi bekerja sebagai buruh di perusahaan batik, dan telah mandiri untuk memulai usaha batiknya. 

    Saat pelatihan yang diberikan IOM, masyarakat desa kebon yang ikut serta pada pelatihan tersebut sebanyak 169 orang yang merupakan masyarakat perempuan baik usia muda maupun dewasa yang terbagi ke dalam lima kelompok yang terdiri dari kelompok A sampai kelompok E, diantaranya Kelompok A (Sido Luhur), Kelompok B (Sido Makmur), Kelompok C (Nusa Indah), Kelompok D (Sido Makmur), dan Kelompok E (TSP Mukti). Masing-masing individu sebanyak 169 orang tersebut diberikan satu potong kain yang selanjutnya akan diolah menjadi kain batik. Hasil batik yang diperoleh nantinya, selanjutnya akan dipasarkan dan didampingi oleh IOM. 

    IOM memberikan bantuan selama kurang lebih 1,5 tahun, dimana bantuan tersebut merupakan pendampingan, pemberian aset membatik, dan pemberian satu potong kain kepada setiap individu, dan IOM sama sekali tidak memberikan sepeser uang pun karena tujuan bantuan tersebut adalah merintins usaha dan membentuk skill yang dapat digunakan jangka panjang untuk Batik Kebon Indah. Usaha Batik Kebon Indah merupakan usaha milik bersama dan tidak dimiliki satu orang saja, hal tersebut karena adanya kelompok-kelompok yang bekerja sama dan berada dibawah atap yang sama yakni Batik Kebon Indah. 

    Batik Kebon Indah merupakan nama yang ditetapkan untuk usaha batik ini. Penamaan Batik Kebon Indah karena letak lokasinya yang berada di desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Batik tulis adalah teknik utama yang digunakan dalam proses produksinya, dan kata indah adalah kata yang telah disepakati oleh bersama agar nantinya produk yang dihasilkan adalah produk yang indah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar